<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PRASETYO'S ONLINE</title>
	<atom:link href="http://prasetyo80.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://prasetyo80.wordpress.com</link>
	<description>KNOWLEDGE FOR SHARING</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Feb 2010 07:19:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='prasetyo80.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PRASETYO'S ONLINE</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://prasetyo80.wordpress.com/osd.xml" title="PRASETYO&#039;S ONLINE" />
	<atom:link rel='hub' href='http://prasetyo80.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>10 TIPS UKM Menghadapi Pasar Bebas China</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com/2010/02/25/10-tips-ukm-menghadapi-pasar-bebas-china/</link>
		<comments>http://prasetyo80.wordpress.com/2010/02/25/10-tips-ukm-menghadapi-pasar-bebas-china/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 06:53:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyo80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Baru]]></category>
		<category><![CDATA[ACFTA]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Masrketing]]></category>
		<category><![CDATA[pasar bebas china]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyo80.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Efesiensi Biaya Produksi. Aggressive Marketing. Inovasi Desain Barang. Sasar Pasar Potensial yang Lebih Spesifik. Cari bahan produksi yang hanya ada di Indonesia sehingga menghasilkan produk yang berciri khas. Tingkatkan kualitas produk yang dapat bertahan lama, karena barang china hanya unggul di banyaknya jumlah dengan harga yang murah namun ketahanannya kurang. Ganti mesin produksi lama dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=127&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><span id="more-127"></span>Efesiensi Biaya Produksi.</li>
<li>Aggressive Marketing.</li>
<li>Inovasi Desain Barang.</li>
<li>Sasar Pasar Potensial yang Lebih Spesifik.</li>
<li>Cari bahan produksi yang hanya ada di Indonesia sehingga menghasilkan produk yang berciri khas.</li>
<li>Tingkatkan kualitas produk yang dapat bertahan lama, karena barang china hanya unggul di banyaknya jumlah dengan harga yang murah namun ketahanannya kurang.</li>
<li>Ganti mesin produksi lama dengan yang baru yang lebih efisien, cepat, dan tangguh.</li>
<li>Kurangi jam lembur karyawan.</li>
<li>Buat second line untuk produk yang diproduksi.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">    10.  Rubah Budaya Kerja Perusahaan Menjadi Budaya yang SDM nya  mempunyai Disiplin Tinggi, Detail, dan Bertanggung Jawab dengan memberikan Penghargaan &amp; Hukuman.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyo80.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyo80.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyo80.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyo80.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyo80.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyo80.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyo80.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyo80.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyo80.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyo80.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyo80.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyo80.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyo80.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyo80.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=127&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyo80.wordpress.com/2010/02/25/10-tips-ukm-menghadapi-pasar-bebas-china/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e5a31b50fc6b855af3c21fe0cc84193?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyo80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akuntansi Dasar Untuk UKM (Bagian I)</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/05/09/akuntansi-dasar-untuk-ukm-bagian-i/</link>
		<comments>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/05/09/akuntansi-dasar-untuk-ukm-bagian-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 11:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyo80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntansi Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntansi UKM]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Pembukuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyo80.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Judul ini saya tulis karena keprihatinan saya pada saat sekarang ini dimana orang-orang yang ingin melaksanakan bisnis banyak “termakan” oleh buku-buku maupun slogan yang dikatakan oleh yang disebut “Master” dalam bidang bisnis yaitu mereka yang mengatakan bahwa bisnis itu modal utamanya adalah keberanian; Ilmu, kemampuan finansial, dan tempat/lokasi merupakan faktor yang menghambat, bahkan seorang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=124&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Judul ini saya tulis karena keprihatinan saya pada saat sekarang ini dimana orang-orang yang ingin melaksanakan bisnis banyak “termakan” oleh buku-buku maupun slogan yang dikatakan oleh yang disebut “Master” dalam bidang bisnis yaitu mereka yang mengatakan <span id="more-124"></span>bahwa bisnis itu modal utamanya adalah keberanian; Ilmu, kemampuan finansial, dan tempat/lokasi merupakan faktor yang menghambat, bahkan seorang yang ingin mempunyai usaha harus berhenti dari pendidikan akademisnya karena dapat menghambat. Namun, menurut saya Ilmu merupakan faktor utama yang membantu di dalam menjalankan usaha.</p>
<p style="text-align:justify;"> Salah satu ilmu yang wajib dimiliki oleh para usahawan adalah akuntansi. Mengapa akuntansi sangat dibutuhkan dalam menjalankan suatu bisnis. Coba teman-teman bayangkan ketika usaha yang anda jalankan mulai menghasilkan transaksi, entah itu transaksi pembelian ataupun transaksi penjualan. Maka pada saat transaksi itu terjadi  kewajiban pemilik adalah mencatatnya agar dapat mengetahui berapa banyak uang yang telah dihasilkan dan berapa banyak biaya yang sudah dikeluarkan sehingga dapat diketahui berapa keuntungan yang diperoleh. Namun akuntansi bukan hanya diperuntukkan untuk mencari perhitungan laba saja, namun lebih luas dari itu. Akuntansi pada dasarnya adalah informasi keuangan usaha yang dapat digunakan untuk kalangan internal maupun eksternal usaha. Informasi untuk kalangan eksternal biasanya diperlukan pada saat pengajuan kredit usaha ke bank yang digunakan oleh pihak bank untuk menganalisa kinerja usaha tersebut. </p>
<p style="text-align:justify;">Akuntansi disebut juga pencatatan berkolom, yang artinya pencatatan transaksi yang hanya ada dua pilihan yaitu masuk pada kolom debet atau kolom kredit. Penentuan masuknya transaksi pada salah satu kolom harus berdasarkan ketentuan yang seimbang, yaitu pada saat transaksi terjadi maka sudah pasti ada yang diterima dan ada yang dikeluarkan maka pada akuntansi kedua-duanya harus dicatat karena keduanya saling berkaitan dan saling menyeimbangkan, yaitu bisa saja masuk pada kolom debit atau pada kolom kredit.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengetahui adanya kolom debit dan kredit pada akuntansi, maka langkah selanjutnya adalah bahwa akuntansi mempunyai persamaan. Persamaan akuntansi ini didapat dengan rumus :</p>
<p style="text-align:justify;">Modal = Asset – Kewajiban</p>
<p style="text-align:justify;">Modal adalah seluruh kekayaan yang diperuntukkan bagi usaha baik itu didapat dari miliki sendiri ataupun dari berhutang.</p>
<p style="text-align:justify;">Asset adalah seluruh kekayaan yang didapat dari modal yang diperuntukkan bagi usaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Kewajiban adalah seluruh kewajiban usaha kepada pihak lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengetahui persamaan akuntansi diatas, maka pencatatan sudah bisa dilakukan. Sebagai contoh dapat saya ilustrasikan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">Pak Bukhari mempunyai usaha pembuatan sepatu. Pada tanggal 5 Juli 2009 membeli mesin pembuat sepatu seharga Rp. 5.000.000 sebanyak 1 unit, maka Pak Bukhori mencatatnya sebagai berikut :</p>
<p> </p>
<p>                                      Debit                        Kredit</p>
<p>Mesin Sepatu     5.000.000</p>
<p>      Bank                                                    5.000.000</p>
<p>Untuk pembahasan kali ini saya cukupkan sampai disini, karena begitu luasnya ilmu akuntansi maka akan saya bahas secara bertahap.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyo80.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyo80.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyo80.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyo80.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyo80.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyo80.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyo80.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyo80.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyo80.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyo80.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyo80.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyo80.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyo80.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyo80.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=124&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/05/09/akuntansi-dasar-untuk-ukm-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e5a31b50fc6b855af3c21fe0cc84193?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyo80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Bisnis MLM</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/04/09/belajar-dari-bisnis-mlm/</link>
		<comments>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/04/09/belajar-dari-bisnis-mlm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 15:54:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyo80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[MLM]]></category>
		<category><![CDATA[Multi Level Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyo80.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis Multi Level Marketing memang bukan barang baru lagi dalam dunia usaha. MLM merupakan sebuah industri dan juga metode dalam berbisnis, namun apakah yang dapat diambil pelajaran dari bisnis model ini dalam menjalankan UKM ? MLM yang ada dan dikenal di Indonesia pada saat ini sudah sangat banyak, namun mempunyai beberapa karakteristik yaitu : Mempunyai persamaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=111&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bisnis Multi Level Marketing memang bukan barang baru lagi dalam dunia usaha. MLM merupakan sebuah industri dan juga metode dalam berbisnis, namun apakah yang dapat diambil pelajaran dari bisnis model ini dalam menjalankan UKM ?<span id="more-111"></span></p>
<p style="text-align:justify;">MLM yang ada dan dikenal di Indonesia pada saat ini sudah sangat banyak, namun mempunyai beberapa karakteristik yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Mempunyai persamaan dasar yaitu memiliki model kerucut dalam menjalankan pemasarannya. Dengan membayar sejumlah uang agar menjadi anggota, maka diharapkan dari adanya model kerucut anggota tersebut memiliki <em>downline </em>(Bawahan) sehingga dapat menghasilkan komisi kepada anggota diatasnya dengan menjadi anggota baru atau membeli produk. Pemasaran model seperti ini disebut dengan <em>Direct Selling </em>(penjualan langsung).</li>
<li>Produk yang dijual berupa barang-barang yang memiliki merk tertentu, namun dipasaran barang-barang tersebut banyak memiliki kesamaan dengan merk-merk yang lainnya. Misalnya pasta gigi, pulsa telepon selular.</li>
<li>Barang yang dijual hanya tersedia pada anggotanya saja, tidak dijual bebas.</li>
<li>Iming-iming hadiah jika menempati posisi dengan mempunyai <em>downline </em>yang banyaknya ditentukan dalam jumlah tertentu.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dalam memasarkan produk/jasa UKM jika kita bandingkan dengan karakteristik bisnis MLM maka terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh UKM, yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Dalam memasarkan produk/jasa UKM sebaiknya dihindari pemasaran dalam bentuk <em>direct selling</em> (penjualan langsung) model MLM. Saya tidak mengatakan pemasaran <em>direct selling</em> adalah sesuatu yang diharamkan, namun pemasaran model ini harus dilakukan dengan tepat. Pada bisnis MLM pemasaran <em>direct selling</em> yang dilakukan mengandalkan para anggota yang sebelumnya diharuskan membayar keanggotaannya, namun belum pernah merasakan secara langsung bagusnya produk/jasa yang akan dipasarkan kecuali dari penjelasan <em>upline</em> yang diatasnya. Pemasaran seperti ini memiliki kelemahan, karena hanya mencetak agen pemasaran &#8220;karbitan&#8221; yang artinya memasarkan tanpa training, tanpa mengetahui/merasakan langsung kelebihan produknya dibandingkan produk yang lain (bahkan ada yang lebih mahal), dan juga agen pemasaran seperti ini sebenarnya tujuannya hanya berharap dari komisi dari bertambahnya <em>downline</em> yang baru  (tidak murni bertujuan memasarkan produk). Kalau sudah seperti ini berarti komisi nomor 1 dan produk nomor 2. Jika calon konsumen berhadapan langsung dengan agen pemasaran seperti ini maka untuk UKM tidak cocok, karena calon pembeli UKM biasanya sangat peduli dengan kualitas dan kebutuhan produk bukan komisi !!! Yang harus dilakukan oleh UKM adalah pemasaran berbentuk <em>direct selling</em> dimana pembeli itu sendirilah yang memasarkan produk kita tanpa membayar atau dibayar dengan menjadi anggota terlebih dahulu. Bagaimana caranya yaitu dengan mereka membeli produk kita dan telah merasakan kelebihan produk kita dibanding produk yang lain, maka biasanya mereka akan bercerita kepada kerabatnya agar membeli produk dari kita. Hal ini lebih efektif dan murah, namun yang harus diperhatikan oleh para pemilik UKM adalah menjaga kualitas dan persediaan barang karena inilah kunci mereka bisa bercerita mengenai produk kita sekaligus memasarkannya.</li>
<li>Pada produk-produk MLM biasanya memiliki merek tertentu dan tidak dijual ditoko-toko secara bebas namun memiliki fungsi yang sejenis dengan merek lain yang dijual bebas. Hal inilah yang merupakan kelemahan jika diterapkan pada bisnis UKM. Sebagai ilustrasi dapat saya gambarkan jika anda membutuhkan pulsa telpon selular apakah anda akan membelinya dengan menjadi anggota MLM terlebih dahulu ataukah anda tinggal langsung mendatangi toko dipinggir jalan yang menjual pulsa ? Sebagai pelajaran untuk pemilik bisnis UKM maka produk/jasa yang dijual haruslah memiliki lokasi pemasaran yang seluas-luasnya, jangan dibatasi hanya oleh orang-orang tertentu atau lokasi tertentu saja dan tentunya mudah dijangkau oleh calon pembeli karena pembeli kita semakin lama semakin ingin kepraktisan dalam berbelanja.</li>
<li>Hadiah memang suatu cara pemasaran yang bagus dalam menjual produk/jasa. Namun konsep hadiah pada MLM diperuntukkan kepada anggotanya yaitu yang merupakan agen pemasaran dan juga calon pembeli produknya. Selain itu hadiah diperuntukkan bagi anggotanya yang berhasil membuat <em>downline</em> sebanyak mungkin, bukannya yang berhasil menjual produk sebanyak mungkin walaupun hanya mempunyai 1 <em>downline</em> atau tidak ada downline sama sekali. Hal ini tidak bisa diterapkan pada UKM, karena fokus utama UKM adalah menjual produk/jasanya bukan menjual komisi sebagai daya tarik atau bahkan bisa dibilang <span style="text-decoration:underline;">komisi adalah produknya</span>. Jika pemasaran model seperti MLM ini diterapkan pada UKM maka terdapat kelemahan yaitu  hadiah tidak bisa dimiliki oleh semua pembeli namun hanya pembeli tertentu saja, yang lebih baik adalah hadiah dapat diberikan kepada semua pembeli mulai dari yang terkecil dengan tidak mengeluarkan biaya seperti selalu senyum sapa kepada pelanggan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Semoga strategi pemasaran yang dilakukan pada UKM anda dapat tepat sasaran, dan jangan takut untuk merevisi strategi pemasaran anda jika dalam kurun waktu yang ditentukan hasilnya tidak mencapai target.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyo80.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyo80.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyo80.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyo80.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyo80.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyo80.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyo80.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyo80.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyo80.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyo80.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyo80.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyo80.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyo80.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyo80.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=111&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/04/09/belajar-dari-bisnis-mlm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e5a31b50fc6b855af3c21fe0cc84193?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyo80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANAJEMEN RESIKO UKM</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/03/16/manajemen-resiko-ukm/</link>
		<comments>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/03/16/manajemen-resiko-ukm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 10:09:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyo80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen resiko]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen resiko ukm]]></category>
		<category><![CDATA[usaha kecil menengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyo80.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[ Pada saat ini dimana situasi ekonomi global sedang memburuk, maka tidak menutup kemungkinan banyak dari pekerja yang di PHK. Namun, janganlah pesimis terhadap keadaan ini karena peluang untuk usaha di sektor usaha kecil &#38; menengah (UKM) masih terbuka luas. Namun kebanyakan dari orang untuk memulai usahanya tersebut banyak mempertimbangkan faktor resiko yang akan dihadapinya sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=105&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Pada saat ini dimana situasi ekonomi global sedang memburuk, maka tidak menutup kemungkinan banyak dari pekerja yang di PHK. Namun, janganlah pesimis terhadap keadaan ini karena peluang untuk usaha di sektor usaha kecil &amp; menengah (UKM) masih terbuka luas. <span id="more-105"></span>Namun kebanyakan dari orang untuk memulai usahanya tersebut banyak mempertimbangkan faktor resiko yang akan dihadapinya sebelum mencobanya, dan pada akhirnya mereka termasuk orang-orang yang terlambat dalam mengambil peluang.</p>
<p>Pada dasarnya setiap usaha memang memiliki resiko, namun apakah resiko itu dapat dideteksi lebih dini ataukah dapat muncul dengan tiba-tiba, dan jika resiko itu memang harus terjadi apakah besarnya resiko tersebut dapat mempengaruhi usaha yang sedang dijalankan ? Dalam artikel ini saya mencoba membahas mengenai bagaimana caranya untuk mengelola resiko tersebut agar resiko tersebut bukan menjadi penghalang dan sesuatu yang ditakuti sehingga tidak berani untuk memulai usaha.</p>
<p>Definisi Manajemen Resiko : (Australian Risk Management Standard 4360: 2004) Adalah “Kultur, proses, dan struktur yang diarahkan untuk merealisasikan peluang potensial dan sekaligus mengelola dampak yang merugikan” Sedangakan pentingnya manajemen resiko untuk UKM saya bagi menjadi 5 bagian :</p>
<p>1.Untuk menerapkan tata kelola usaha yang baik.</p>
<p>2. Untuk menghadapi kondisi lingkungan usaha yang cepat berubah.</p>
<p>3. Untuk mengukur resiko usaha.</p>
<p>4. Untuk pengelolaan resiko secara sistematis dan penyediaan informasi yang lebih akurat kepada PEMILIK usaha.</p>
<p>5. Untuk memaksimumkan laba.</p>
<p>Resiko disebabkan karena adanya ketidakpastian, maka dapat saya gambarkan sebagai berikut yaitu Resiko dapat disebabkan dari luar (ekstern) dan dari dalam (intern). Pengaruh dari luar dapat berupa :</p>
<p>1. Kondisi dunia internasional sehingga mempengaruhi kondisi ekonomi Negara kita.</p>
<p>2. Bisa juga berupa teknologi baru yang dapat menimbulkan inovasi usaha atau efesiensi dalam operasional usaha.</p>
<p>3. Peraturan Pemerintah terhadap dunia usaha juga bisa mempengaruhi dan dapat dianggap sebagai resiko.</p>
<p>4. Dan juga Pasar yang artinya adalah bagaimana industri usaha yang kita jalani dan pengaruhnya terhadap usaha kita itu sendiri, misalnya : kekuatan ekonomi masyrakat dalam membeli produk/jasa usaha kita.</p>
<p> 5. Adanaya persaingan yang artinya kondisi dimana bermunculannya para pemain baru dalam usaha yang sedang kita jalani dan sejauh mana strategi mereka dapat mengambil omset usaha kita.</p>
<p>6. Sedangkan pengaruh internal dapat berupa strategi yang kita pilih untuk melakukan usaha, misalnya : strategi marketing, apakah kita akan beriklan melalui Koran, radio atau media lainnya.</p>
<p>Pada saat kita menentukan pilihan kita (strategi kita) maka sejauh mana efektivitas strategi tersebut untuk meminimalisir resiko ketidakberhasilan. Kesemuanya itu mengandung ketidakpastian sehingga dapat menimbulkan peluang dan resiko bagi para pemegang kepentingan terhadap usaha kita. Pemegang kepentingan terhadap usaha kita bukan hanya pemilik dan karyawan saja akan tetapi mencakup pelanggan, pemasok, dan pemerintah (secara luas).</p>
<p>Resiko terbagi menjadi 8 kategori jenis, yaitu :</p>
<p>1. Resiko kredit berkaitan dengan penerimaan dan penyaluran kredit.</p>
<p>2. Resiko likuiditas berkaitan dengan aliran kas usaha.</p>
<p>3. Resiko Market berkaitan dengan pasar industri usaha kita.</p>
<p>4. Resiko strategis berkaitan dengan strategi yang kita terapkan.</p>
<p>5. Resiko reputasi berkaitan dengan nama baik usaha kita.</p>
<p>6. Resiko legal berkaitan dengan kemungkinan kasus hokum yang akan kita hadapi.</p>
<p>7. Resiko compliance berkaitan dengan kepatuhan, dapat berupa kepatuhan usaha terhadap aturan yang ditetapkan pemerintah ataupun kepatuhan karyawan terhadap peraturan pemilik usaha.</p>
<p>8. Resiko proses berkaitan dengan proses bisnis dari usaha yang kita jalankan.</p>
<p>Sumber resiko saya bagi menjadi 3 bagian, yaitu :</p>
<p>1. Risiko Lingkungan (Eksternal) adalah Kekuatan-kekuatan lingkungan yang menghalangi atas pelaksanaan strategi dan tujuan perusahaan.</p>
<p>2. Risiko Proses (Internal) adalah proses bisnis yang tidak terdefinisikan secara jelas sehingga dimungkinkan terjadinya jurang pemisah antara strategi dan tujuan bisnis.</p>
<p>3. Risiko Informasi (Eksternal/Internal) adalah Adanya informasi yang tidak relevan dan tidak dapat diandalkannya informasi utk pengambilan keputusan.</p>
<p>Untuk mengelola manajemen resiko usaha anda maka kita harus mempunyai kerangka manajemen resiko. Kerangka menajemen resiko menurut AS/NZS 4360: 2004 sebagai berikut :</p>
<p>Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan konteks, konteks disini adalah berupa tujuan perusahaan atau biasa yang disebut dengan visi dan misi perusahaan. Setelah itu tetapkan kriteria untuk mengidentifikasi resiko.</p>
<p>Langkah kedua adalah mengidentifikasi resiko pada usaha anda.</p>
<p>Langkah ketiga adalah menganalisa resiko yang telah kita identifikasi sebelumnya untuk menentukan tingkat pengendalian kita terhadap resiko-resiko tersebut dengan mempertimbangkan tingkat kemungkinan dan konsekuensinya terhadap tingkat resiko.</p>
<p>Langkah keempat adalah mengevaluasi resiko dengan membandingkan terhadap kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya, dan setelah itu susun prioritas resiko yang akan kita selesaikan jika resiko itu terjadi.</p>
<p>Langkah kelima adalah jika pada langkah keempat hasil evaluasi resikonya tidak dapat diterima maka kita dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :</p>
<p>1. Identifikasi evaluasi kembali opsi-opsi penanganan yang akan kita pilih.</p>
<p>2. Siapkan rencana penanganan.</p>
<p>3. Implementasikan rencana.</p>
<p>Langkah keenam adalah jika langkah keempat dan kelima sudah dapat diterima, maka kita tinggal memonitor dan menelaahnya saja.</p>
<p>Dengan adanya manajemen resiko dalam usaha anda, maka saya harapkan dari artikel ini dapat diambil manfaatnya, selamat menerapkan pada usaha anda !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyo80.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyo80.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyo80.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyo80.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyo80.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyo80.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyo80.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyo80.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyo80.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyo80.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyo80.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyo80.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyo80.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyo80.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=105&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/03/16/manajemen-resiko-ukm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e5a31b50fc6b855af3c21fe0cc84193?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyo80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisnis Transportasi</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/02/28/bisnis-transportasi/</link>
		<comments>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/02/28/bisnis-transportasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 00:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyo80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[antar jemput]]></category>
		<category><![CDATA[bis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyo80.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini jalanan di Ibukota Jakarta semakin ramai dan semakin padat dengan kendaraan bermotor. Hal ini dikarenakan semakin beragamnya aktivitas manusia dan arus barang guna memenuhi kebutuhan hidup manusia. Transportasi memang merupakan faktor utama yang menunjang kegiatan bisnis maupun yang lainnya setelah infrastruktur karena tanpa transportasi tidak mungkin manusia mencapai tempat yang dituju dengan efesien. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=89&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini jalanan di Ibukota Jakarta semakin ramai dan semakin padat dengan kendaraan bermotor. Hal ini dikarenakan semakin <span id="more-89"></span>beragamnya aktivitas manusia dan arus barang guna memenuhi kebutuhan hidup manusia. Transportasi memang merupakan faktor utama yang menunjang kegiatan bisnis maupun yang lainnya setelah infrastruktur karena tanpa transportasi tidak mungkin manusia mencapai tempat yang dituju dengan efesien. Untuk itulah maka, bisnis transportasi dapat disamakan dengan bisnis makanan pokok karena tanpa transportasi maka tidak akan ada aktivitas.</p>
<p>Bsinis transportasi merupakan bisnis yang memberikan potensi besar pada keuntungan. Namun di dalam bisnis transportasi itu sendiri terbagi-bagi lagi dalam jenis dan segmentasinya. Bisnis transportasi dalam jenisnya terbagi menjadi transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara. Namun, karena blog ini pembahasannya mengenai usaha skala kecil dan menengah (UKM) maka yang berpotensi hanyalah usaha transportasi darat, hal ini dikarenakan modal dan manajemennya masih bisa dilakukan dalam skala kecil.</p>
<p>Bisnis transportasi darat sendiri saya bagi menjadi beberapa jenis, yaitu :</p>
<ol>
<li>Usaha transportasi yang bersifat privat.</li>
<li>Usaha transportasi yang bersifat semi privat.</li>
<li>Usaha transportasi yang bersifat semi umum.</li>
<li>Usaha transportasi yang bersifat umum.</li>
</ol>
<p>Usaha transportasi yang bersifat privat yang saya maksud disini adalah seperti usaha antar jemput baik anak sekolah ataupun karyawan. Usaha transportasi seperti antar jemput ini memiliki tingkat kepastian usaha yang tinggi karena orang-orang yang menggunakan jasa ini biasanya berbentuk langganan per bulan. Jadi minimal dalam jangka waktu 1 bulan sudah bisa diperhitungkan pendapatan yang diperoleh. Namun bukan berarti bisnis transportasi model seperti ini tidak memiliki kendala. Untuk terjun kedalam bisnis ini maka pebisnis harus mempunyai kenalan dengan orang didalam perusahaan atau sekolah yang akan menyewa jasa transportasi antar jemput tersebut. Karena bisnis ini merupakan bisnis kepercayaan yang artinya perusahaan/sekolah akan memberikan rekomendasi untuk menggunakan jasa transportasi si pebisnis jika memang sudah dikenal track recordnya maupun kompetensi dan tanggungjawabnya. Pesan saya adalah jangan pernah memulai bisnis ini jika belum mempunyai kenalan orang didalam perusahaan/sekolah yang akan menggunakan jasa transportasi anda.</p>
<p>Usaha transportasi berikutnya adalah berjenis semi privat dan yang saya maksud disini adalah usaha rental mobil. Usaha ini bisa dibilang privat karena pada saat mobil sedang disewa maka orang lain  tidak bisa menyewa mobil tersebut. Pendapatan dari penyewaan mobil ini cukup menggiurkan karena minimum Rp. 500.000,- per hari. Namun bisnis ini masih terkendala dengan kontrol terhadap kendaraan yang disewa. Untuk menghindari mobil dibawa kabur oleh penyewa maka sebaiknya dalam menyewakan mobil disertakan sopir dari kita sendiri.</p>
<p>Jenis yang ketiga adalah bisnis travel. Bisnis travel ini sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu travel konvensional dimana penumpang dijemput dari rumahnya dan diantar sampai ke tempat tujuan. Travel jenis ini memang mempunyai kelebihan dalam hal pelayanan, karena penumpang yang ingin sampai tempat tujuan bisa langsung diantar ke tempat tujuannya tanpa harus mengganti kendaraan, dan juga memudahkan penumpang bagi yang tidak mengetahui lokasi tempat tujuannya bisa dengan tenang sampai ditempat tujuan. Travel jenis ini biasanya untuk jarak ke kota yang jauh biasanya melebihi Jakarta- Bandung. Potensi travel jenis ini masih terbuka peluangnya namun penumpang yang didapat sangat sedikit untuk hari-hari kerja, namun akan menjadi banyak pada hari-hari libur.</p>
<p>Bisnis travel jenis ke dua adalah point to point. Travel jenis ini adalah travel yang menawarkan jasanya mengantar penumpang dari tempat pemberhentian disatu kota yang telah ditentukan oleh perusahaan travel ke tempat pemberhentian dikota berikutnya. Jasa travel jenis ini mempunyai kelebihan di ketepatan waktu, karena setiap jam melakukan pemberangkatan kendaraan. Dari sisi bisnisnya pendapatannya dapat dibilang stabil karena penumpangnya membutuhkan jasa ini setiap hari, tidak terbatas pada hari libur saja. Namun sebaiknya jika mau berusaha travel jenis ini sebaiknya dipilihlah tujuan kota-kota besar saja dengan sasaran penumpangnya mahasiswa/pelajar dan karyawan.</p>
<p>Bisnis jenis selanjutnya adalah kendaraan bertrayek yang artinya mempunyai ijin hanya melewati jalan-jalan/daerah yang sudah ditentukan dan tarifnya sudah ditentukan oleh Pemerintah. Bisnis seperti ini terbagi menjadi 2 yaitu kendaraan bertrayek dalam kota dan kendaraan bertrayek luar kota. Kendaraan bertrayek dalam kota seperti Kopaja, Metromini, Mikrolet dan yang sejenis. Sedangkan bisnis kendaraan umum bertrayek luar kota seperti bis antar kota antar propinsi (AKAP). Bisnis ini mempunyai keuntungan yang sangat sedikit karena terkendala Bahan Bakar Minyak (BBM) namun tarif tidak bisa ditentukan naik dengan sendiri (harus mengikuti peraturan). Selain itu masyarakat yang menggunakannya adalah masyarakat yang sangat sensitif terhadap kenaikan tarif, sehingga sangat sulit untuk membesarkan laba. Namun bisnis ini mempunyai kelebihan dapat bertahan dalam jangka waktu lama.</p>
<p>Selanjutnya anda tinggal menentukan pilihan, namun yang harus diperhatikan adalah bahwa bisnis transportasi mengharuskan perawatan kendaraan yang kemungkinan mengambil persentase biaya yang cukup tinggi dibanding biaya yang lainnya, dan juga harus mencari supir yang dapat dipercaya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyo80.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyo80.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyo80.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyo80.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyo80.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyo80.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyo80.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyo80.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyo80.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyo80.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyo80.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyo80.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyo80.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyo80.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=89&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/02/28/bisnis-transportasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e5a31b50fc6b855af3c21fe0cc84193?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyo80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MADE IN INDONESIA</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/02/15/made-in-indonesia/</link>
		<comments>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/02/15/made-in-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 05:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyo80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyo80.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita melihat dijalanan maka banyak sekali kendaraan yang melintas, namun apakah kendaraan tersebut ada yang buatan Indonesia ? Pertanyaan ini muncul begitu saja dalam pikiran saya ketika sedang berjalan dan mengkaitkannya dengan produksi anak bangsa. Lalu cobalah kita melihat kepada pusat – pusat perbelanjaan yang ada disekitar kita, apakah produk impor yang lebih mendominasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=79&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kalau kita melihat dijalanan maka banyak sekali kendaraan yang melintas, namun apakah kendaraan tersebut ada yang buatan Indonesia ? </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span id="more-79"></span>Pertanyaan ini muncul begitu saja dalam pikiran saya ketika sedang berjalan dan mengkaitkannya dengan produksi anak bangsa. Lalu cobalah kita melihat kepada pusat – pusat perbelanjaan yang ada disekitar kita, apakah produk impor yang lebih mendominasi ataukah produk lokal ? Belum lagi gedung-gedung yang berada disekitar jalan Sudirman dan Thamrin rata-rata sudah dimiliki oleh asing.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jika kita telaah lebih lanjut, maka produk impor yang lebih mendominasi. Bahkan untuk industri garmen dan tekstil dimana Indonesia sebelumnya menjadi salah satu yang terbesar di dunia sekarang di negeri sendiri hanya menjadi penonton. Berarti ada kesalahan dalam masyarakat kita yang tidak kita sadari sehingga dapat menyebabkan hal-hal seperti yang saya sebutkan di atas.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kesalahan tersebut antara lain :</span></span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Gaya</span><span> hidup masyarakat yang cenderung konsumtif, sehingga menyebabkan masyarakat Indonesia lebih banyak mempunyai keahlian “menghabiskan” dari pada “membuat”.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bimbingan orang tua kepada anak-anaknya yang cendrung lebih memihak kepada profesi sebagai karyawan daripada menjadi <em>entrepreneurship</em>.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kecenderungan masyarakat untuk bekerja sebagai karyawan terlebih-lebih lagi menjadi pegawai negeri (karena lebih bergengsi) dibandingkan dengan menjadi pengusaha (karena lebih banyak ketidakpastiannya).</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kepintaran anak bangsa yang kurang dihargai di dalam negeri sehingga mereka lebih memilih untuk berkarya di untuk Negara lain.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kurang banyaknya pendidikan di negeri ini yang berbasis keahlian, sehingga pendidikan di negeri ini hanya menghasilkan lulusan setingkat SMU yang tidak mempunyai keahlian atau bahkan hanya menghasilkan “Sarjana Mentah”.</span></span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Maka dari itu, untuk membangun masyarakat yang berbasis ke Indonesiaan maka hal-hal yang perlu diperhatikan :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 38.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span><span style="font-size:small;"><span> </span>Diharapkan peran serta masyarakat yang mempunyai keahlian dan kreativitas untuk membuat produk-produk lokal yang berkualitas dan dapat disejajarkan dengan Negara-negara lain.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 38.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span><span style="font-size:small;"><span> </span>Dihimbau kepada masyarakat untuk menghargai produksi dalam negeri sehingga minimal untuk pasar dalam negeri 100% menggunakan produk Indonesia.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 38.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span><span style="font-size:small;"><span> </span>Tidak semua produk luar negeri berkualitas, karena produk mereka menang dengan iklan yang gencar dan menarik, maka buatlah produk local dengan iklan yang gencar dan menarik juga.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 38.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span><span style="font-size:small;"><span> </span>Buatlah produk yang dapat dijadikan sebagai alternatif bagi masyarakat seperti celana jeans merk Levi’s dapat dibuat alternatifnya dengan merk lokal yang tentunya diimbangi dengan iklan yang menarik untuk memposisikan produknya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 38.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span><span style="font-size:small;">5.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span><span style="font-size:small;"><span> </span>Masuklah ke semua industry yang dikuasai asing, bikin produk lokalnya, dan tidak usah berharap mempunyai perusahaan sebesar perusahaan asing namun dengan skala UKM saja karena dapat lebih fokus dan stabil dan juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 38.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span><span style="font-size:small;">6.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span><span style="font-size:small;"><span> </span>Pendidikan wirausaha sebaiknya dilakukan sejak anak-anak masih kecil, tapi tentunya dengan memperhatikan etika-etika bisnis dan tidak mengedepankan prinsip-prinsip materialism.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 38.25pt;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Akhir kata dari saya, artikel yang singkat ini semoga dapat bermanfaat untuk membuka wawasan dan meningkatkan motivasi dalam menjalankan UKM. </span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyo80.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyo80.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyo80.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyo80.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyo80.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyo80.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyo80.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyo80.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyo80.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyo80.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyo80.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyo80.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyo80.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyo80.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=79&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyo80.wordpress.com/2009/02/15/made-in-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e5a31b50fc6b855af3c21fe0cc84193?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyo80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaiana Cara Mengelola Karyawan ?</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/09/23/bagaiana-cara-mengelola-karyawan/</link>
		<comments>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/09/23/bagaiana-cara-mengelola-karyawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 14:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyo80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Mengelola SDM]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengelola Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyo80.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah gedung pada sebuah perusahaan dapat terlihat begitu menakjubkan, apalagi jika ditambahkan papan nama perusahaan yang sudah terkenal. Begitu juga dengan laporan-laporan penjualan yang terlihat sangat “wah” dengan angka-angka yang terus meningkat. Sebuah sistem teknologi informasi pada sebuah perusahaan juga terlihat begitu mengagumkan, dengan investasi yang sangat besar dapat membuat perusahaan terlihat sangat modern. Tapi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=76&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sebuah gedung pada sebuah perusahaan dapat terlihat begitu menakjubkan, apalagi jika ditambahkan papan nama perusahaan yang sudah terkenal. <span lang="SV">Begitu juga dengan laporan-laporan penjualan yang terlihat sangat “wah” dengan angka-angka yang terus meningkat. Sebuah sistem teknologi informasi pada sebuah <span id="more-76"></span>perusahaan juga terlihat begitu mengagumkan, dengan investasi yang sangat besar dapat membuat perusahaan terlihat sangat modern. Tapi, jika kita berpikir sejenak terhadap hal-hal tersebut, maka kita akan menyadari bahwa semua itu adalah benda mati, termasuk uang yang secara fisik diterima oleh perusahaan sebagai pendapatannya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Yang terpenting dari semua itu sebenarnya adalah MANUSIA. Manusialah yang membuat sebuah perusahaan mengalami dinamika maju atau mundur, manusia jugalah yang membuat angka-angka pada kertas-kertas laporan menjadi ”berbicara”. Manusia jugalah yang membuat nama besar sebuah perusahaan sehingga membuat orang kagum akan papan nama yang menempel pada sebuah gedung perusahaan. Manusia juga yang membuat sistem teknologi informasi dapat berguna untuk memajukan perusahaan. Dan bahkan manusia itu jauh lebih berarti dari uang yang mereka ciptakan sendiri melalui pendapatan perusahaan, namun tanpa disadari manusia banyak yang melihat uang adalah segala-galanya yang padahal sudah jelas bahwa ”uang adalah benda mati !!!”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jika kita ingin memulai sebuah usaha, maka hal terpenting yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara mengelola karyawan dengan baik, karena karyawan merupakan inti dari sebuah perusahaan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengelola karyawan adalah :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 39.35pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;">Recruitment : Pengambilan karyawan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu memasang iklan dan referensi dari karyawan yang sudah ada (kerabat atau kenalan). Pada perekrutan dari iklan maka hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana sang calon karyawan tersebut dapat menjawab sebagian besar pertanyaan yang diajukan, pilihlah calon karyawan dengan urutan pertimbangan Integritas, etika, mental, dan kompetensi/skill. Sedangkan perekrutan melalui referensi lebih mudah, karena orang yang mereferensikan pastilah memberikan calon karyawan kepada perusahaan yang terbaik, karena yang mereferensikan bertaruh nama baiknya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 39.35pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;">Gaji : Penghasilan yang diberikan kepada karyawan haruslah sesuai dengan standar industri yang ada, jika tidak maka karyawan tersebut akan dengan mudah berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain karena mencari penghasilan yang terbesar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 39.35pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;">Pendidikan : Berikanlah pendidikan yang memadai kepada karyawan sebagai penunjang pekerjaannya. Peningkatan skill karyawan secara berkelanjutan (Continues Improvement Skill) merupakan keharusan agar tidak ketinggalan dengan perusahaan pesaing. Jangan takut karyawan akan berpindah ke perusahaan lain, karena dengan diikutkannya karyawan pendidikan berkelanjutan maka para karyawan tersebut merasa dihargai dan merasa memiliki perusahaan tersebut, sehingga diharapkan karyawan tersebut memiliki loyalitas (kesetiaan) yang tinggi terhadap perusahaan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 39.35pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span lang="SV"><span style="font-size:small;">Kekeluargaan : Perlakukanlah para karyawan dengan cara kekeluargaan. Apabila karyawan tersebut melakukan kesalahan, maka beritahukanlah kesalahannya tersebut dengan bertindak sebagai seorang Ibu yang sedang menasehati anaknya, jangan terlalu menggurui tetapi beritahukanlah batasan-batasan yang sewajarnya yang harus dilakukan oleh karyawan tersebut. Jangan bertindak seperti seorang diktator, karena INGAT ! Karyawan bukan merupakan bawahan, akan tetapi jadikanlah karyawan tersebut sebagai seorang mitra bisnis (sama-sama saling membutuhkan dan menguntungkan).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan 4 unsur diatas dijalankan, maka INSYA ALLAH perusahaan yang kita miliki akan maju dengan pesat yang didukung bersama oleh seluruh karyawan dengan penuh Ikhlas dan Tanggungjawab.</span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyo80.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyo80.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyo80.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyo80.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyo80.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyo80.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyo80.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyo80.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyo80.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyo80.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyo80.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyo80.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyo80.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyo80.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=76&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/09/23/bagaiana-cara-mengelola-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e5a31b50fc6b855af3c21fe0cc84193?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyo80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BISNIS FENOMENAL</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/09/20/bisnis-fenomenal/</link>
		<comments>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/09/20/bisnis-fenomenal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 14:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyo80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyo80.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[BISNIS FENOMENAL     Tahukah rekan-rekan semua, hal apa yang banyak dilakukan orang pada hari sabtu dan minggu pagi ? mudah-mudahan semuanya setuju dengan saya, yaitu olahraga pagi alias JJP (jalan-jalan pagi). Mengapa saya katakan JJP selain olahraga pagi, karena JJP lebih identik pada sabtu &#38; minggu dibandingkan dengan olahraga pagi. Kalau olahraga mengeluarkan keringat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=62&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">BISNIS FENOMENAL</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tahukah rekan-rekan semua, hal apa yang banyak dilakukan orang pada hari sabtu dan minggu pagi ? mudah-mudahan semuanya setuju dengan saya, yaitu olahraga pagi alias JJP (jalan-jalan pagi). Mengapa saya katakan JJP selain olahraga pagi, karena JJP lebih identik pada sabtu &amp; minggu dibandingkan dengan olahraga pagi. Kalau olahraga mengeluarkan keringat dan membakar lemak, sedangkan JJP lebih banyak mengeluarkan uang dan menimbun lemak. Yap, JJP lebih banyak mencari orang jualan disekitar jalan yang dilalui dan kebanyakan yang dicari adalah orang yang berjualan makanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> <span id="more-62"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Banyaknya makanan yang dijual oleh penjual makanan dengan beragam jenisnya membuat saya berfikir bahwa ada banyak peluang untuk menjadikan hari sabtu &amp; minggu sebagai harinya untuk menjemput rejeki. Namun, yang menjadi pembahasan saya kali ini adalah penjual makanan yang menjual “Bubur Ayam”. Nah ini dia, Buryam merupakan makanan favorit untuk orang-orang yang melakukan JJP, bahkan makanan ini merupakan makanan wajib bagi orang yang sedang sakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat bubur adalah beras. <span lang="SV">Menurut Penjual Buryam yang pernah saya tanyakan, bahwa 1 liter beras dapat menghasilkan sekitar 20 buah mangkok. Jika 1 mangkok yang dijual rata-rata Rp.5000,- maka 1 liter beras dapat mendapatkan omset sekitar Rp. 100.000,- maka jika 1 liter beras dibeli dengan harga Rp. 5.000 maka, si Penjual Buryam akan mendapatkan laba sebesar Rp. 95.000,-. Untuk hari sabtu &amp; minggu saja minimal si Penjual Buryam akan menghasilkan laba sebesar Rp. 190.000. Katakanlah masih terdapat biaya bensin dan ijin per hari Rp.20.000,- maka si Penjual Buryam akan mendapatkan laba bersih selama 2 hari sebesar Rp.170.000 dan sebulan Rp. 170.000 x 4 adalah Rp. 680.000.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Anggaplah jika kita ingin menjual Buryam sebagai sumber penghasilan andalan untuk keluarga maka armada yang kita targetkan sekitar 5, maka penghasilan kita sebulan untuk sabtu &amp; minggu saja sebesar Rp. 680.000 x 5 adalah Rp. 3.400.000. (pendapatan bersih). Mengapa saya katakan pendapatan bersih, karena karyawan yang membantu menjalankan dagangan, saya asumsikan pembayaran jasanya dengan sistem setoran. Jadi saya asumsikan setoran yang harus kita terima dari 5 armada tersebut dalam sebulan adalah Rp. 3.400.000.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Asumsi yang terjual adalah 20 mangkok dalam sehari, jika rekan-rekan sudah menjalankan dan lebih mengetahui situasi lokasi tempat berjualan, maka rekan-rekan dapat menentukan berapa mangkok Buryam minimal terjual dalam sehari, maka hal tersebut dapat dijadikan dasar rekan-rekan dalam menentukan besarnya setoran oleh karyawan anda.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selamat Mencoba&#8230;!</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Notes : Jadikan uang yang kita miliki sebagai rahmat bagi seluruh manusia (INSYA ALLAH) yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyakn</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyo80.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyo80.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyo80.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyo80.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyo80.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyo80.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyo80.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyo80.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyo80.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyo80.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyo80.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyo80.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyo80.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyo80.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=62&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/09/20/bisnis-fenomenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e5a31b50fc6b855af3c21fe0cc84193?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyo80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONSEP EKONOMI DISTRIK AREA</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/09/18/konsep-ekonomi-distrik-area/</link>
		<comments>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/09/18/konsep-ekonomi-distrik-area/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 10:44:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyo80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Baru]]></category>
		<category><![CDATA[konsep ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyo80.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[KONSEP EKONOMI DISTRIK AREA     Kesulitan ekonomi masyarakat Indonesia pada saat sekarang ini membuat saya menganalisa apa sebenarnya yang sedang terjadi. Jika kita melihat berita pada media cetak maupun media elektronik nasional maka kita pertama-tama dikagetkan dengan berita-berita kekurangan gizi alias penderita gizi buruk alias kelaparan. Namun, disatu sisi APBD dan cadangan devisa kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=58&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">KONSEP EKONOMI DISTRIK AREA</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kesulitan ekonomi masyarakat Indonesia pada saat sekarang ini membuat saya menganalisa apa sebenarnya yang sedang terjadi. Jika kita melihat berita pada media cetak maupun media elektronik nasional maka kita pertama-tama dikagetkan dengan berita-berita kekurangan gizi alias penderita gizi buruk alias kelaparan. Namun, disatu sisi APBD dan cadangan devisa kita lumayan besar, akan tetapi apakah sudah diperuntukkan untuk orang-orang seperti cerita-cerita media tersebut. Secara individu masyarakat Indonesia sendiri juga masih banyak yang mampu, bahkan boleh dikatakan berbalik arah 180 derajat dengan masyarakat lain yang kurang beruntung. Namun apakah kebanyakan dari Individu tersebut sudah berperan langsung untuk mengentaskan kemiskinan ?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> <span id="more-58"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Konsep Ekonomi Distrik Area (KEDA) merupakan konsep ekonomi yang memerlukan peran individu. Pada dasarnya pengertiannya adalah ekonomi pada suatu daerah yang paling kecil diperkuat diantara elemen-elemennya sehingga akan tercipta saling ketergantungan dan ketahanan ekonomi pada daerah tersebut, yang pada akhirnya akan menarik elemen-elemen dari luar untuk masuk ke distrik area tersebut sehingga dapat memperluas cakupan distrik area tersebut.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV">Sebagai ilustrasi Saya gambarkan pada sebuah RT 001 di sebuah desa (di asumsikan RT merupakan Distric Area terkecil). Pada RT 001 tersebut terdapat 30 rumah yang terdiri dari 30 Kepala Keluarga (KK). Dari 30 KK tersebut terdapat 5 KK yang membuka usaha dirumah tinggalnya. </span><span lang="FI">Berikut jenis usahanya :</span></span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">KK 1 membuka usaha tambal ban.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">KK 2 membuka usaha fotocopy dan alat tulis.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">KK 3 membuka usaha toko kelontong.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">KK 4 membuka usaha Gado-gado.</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">KK 5 membuka usaha rental DVD.</span></span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Distric area adalah RT 001, sedangkan elemen-elemennya adalah seluruh anggota Kepala Keluarga.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pada ”KEDA” seluruh anggota KK1 suatu saat membutuhkan fotocopy KTP untuk keperluan kelurahan, maka anggota keluarga KK 1 wajib memfotocopy pada toko milik KK 2 di RT 001, walaupun misalnya di RT 002 juga ada toko fotocopy. Sedangkan anggota KK 5 akan makan siang namun sedang tidak memasak, maka anggota KK 5 membeli gado-gado di toko milik KK 4. Begitu seterusnya saling membutuhkan, berkait, berhubungan dan ketergantungan antara elemn-elemen pada RT 001. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Keterkaitan ini tidak hanya antara elemen RT 001 yang memiliki usaha saja (hanya 5 KK) namun dapat meluas kepada KK lainnya yang tidak membuka usaha di lingkungan tersebut namun mempunyai penghasilan dari luar Distric Area RT 001 misalnya sebagai karyawan. Maka ”KEDA” mewajibkan kepada KK seperti ini untuk membeli kebutuhannya pada ke 5 toko yang berada diwilayah Distric Area RT 001.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selanjutnya Distrik Area dapat diperluas, yaitu dengan menerapkan saling membutuhkan antar satu RW 05, misalnya jika barang yang dibutuhkan oleh anggota KK RT 001/05 tidak ada di Distrik Area RT 001/05, maka dapat membeli pada RT 002/05. Jadi INSYA ALLAH dengan begitu ekonomi pada satu wilayah dapat dengan pesat berkembang, yang tentunya dapat lebih menjalin tali silaturahmi antara sesama tetangga. </span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/prasetyo80.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/prasetyo80.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyo80.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyo80.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyo80.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyo80.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyo80.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyo80.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyo80.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyo80.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyo80.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyo80.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyo80.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyo80.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyo80.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyo80.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=58&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/09/18/konsep-ekonomi-distrik-area/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e5a31b50fc6b855af3c21fe0cc84193?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyo80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resiko Investasi</title>
		<link>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/08/11/resiko-investasi/</link>
		<comments>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/08/11/resiko-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 17:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prasetyo80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://prasetyo80.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Apakah investasi itu? Mengapa investasi itu dibutuhkan? Siapa saja orang yang bisa berinvestasi? Investasi jenis apa saja yang sebaiknya diambil? Keuntungan apa yang bisa diperoleh dari investasi ini? Pertanyaan – pertanyaan tersebut sering muncul di benak kita sebagai seorang manusia. Mengapa pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul adalah karena kita adalah makhluk ekonomi.   Apa yang disebut makhluk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=40&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI">Apakah investasi itu? Mengapa investasi itu dibutuhkan? </span><span lang="SV">Siapa saja orang yang bisa berinvestasi? Investasi jenis apa saja yang sebaiknya diambil? Keuntungan apa yang bisa diperoleh dari investasi ini? Pertanyaan – pertanyaan tersebut sering muncul di benak kita sebagai seorang manusia. Mengapa pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul adalah karena kita adalah makhluk ekonomi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span id="more-40"></span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Apa yang disebut makhluk ekonomi karena manusia satu-satunya makhluk yang diciptakan oleh Allah S.W.T yang mempunyai sumber daya / kompetensi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara comprehensive. Mengapa saya katakan comrehensive karena manusia mempunyai akal, maka dengan akalnya itulah manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara variatif dan melebihi makhluk lainnya. Hewan juga sama-sama diberi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, akan tetapi apakah hewan kebutuhan hidupnya variatif ? Hewan hanya mempunyai kebutuhan makan, minum, berketurunan, dan tidur. Tetapi hewan tidak pernah terbesit dalam pikirannya untuk mempunyai rumah, mobil, ataupun ke dokter apabila sakit. Akan tetapi manusia mempunyai kebutuhan yang beragam seperti kebutuhan akan rumah tinggal, mobil, pakaian, teknologi, dsb. dan dalam memenuhi kebutuhan hidup tersebut manusia juga mempunyai beragam cara seperti menjadi pedagang, karyawan, dosen, dsb. Hal inilah yang menyebabkan saya menyebut manusia sebagai makhluk yang mempunyai sumber daya dalam memenuhi kebutuhannya secara comprehensive yang ditunjang dengan akal.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV">Investasi tidak hanya sebatas pada pengertian bisnis saja, Membeli buku juga merupakan investasi yaitu investasi wawasan kita yang dapat berguna di masa depan. Sekolah juga merupkan investasi, karena dengan sekolah mendapatkan ijazah dan diharapkan kita dapat bekerja dan menghasilkan uang. </span><span lang="FI">Namun pada pembahsan kali ini kita akan lebih focus pada investasi bisnis.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Investasi adalah akumulasi dari harta yang kita miliki untuk ditaruh menjadi modal dengan harapan dapat menghasilkan nilai di masa depan. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI">Dari definisi diatas dapat ditangkap bahwa maksud dari investasi adalah memaksimalkan keuntungan dengan pengorbanan yang sesuai. Akan tetapi apakah jika kita ingin menginvestasikan uang kita hanya memikirkan potensi keuntungan yang akan kita peroleh saja. </span><span lang="SV">Dalam berinvestasi masih terdapat faktor resiko yang menyertai faktor keuntungan dari investasi itu sendiri. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Contoh : </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seorang pengusaha ingin menginvestasikan uangnya pada 2 pilihan investasi. Pilihan pertama adalah investasi pada jenis usaha membuka restaurant dan pilihan investasi yang kedua adalah membuka usaha bengkel motor.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Data ini adalah angka per bulan</span></span></span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:2.05in;background-color:transparent;border:windowtext 1pt solid;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Restaurant</span></span></strong></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bengkel Motor</span></span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Penjualan</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rp.<span>                      </span><span> </span>5.000.000</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rp.<span>                       </span>9.000.000</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Laba</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rp.<span>                       </span>3.000.000 </span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rp.<span>                       </span>6.000.000</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Potensi rugi</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rp.<span>                          </span>500.000</span></p>
</td>
<td style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:2.05in;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="197" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Rp.<span>                       </span>9.000.000</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Potensi rugi makanan diasumsikan apabila makanan tidak terjual maka makanan yang tidak terjual tersebut akan menjadi basi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Potensi rugi motor diasumsikan apabila bengkel motor tersebut tiba-tiba mendapat saingan dengan adanya bengkel baru yang buka disebelah tokonya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kesimpulan : walaupun bengkel motor menghasilkan laba yang jauh lebih besar akan tetapi jangan lupa akan factor resiko yang menyertainya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rumus Resiko Investasi :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<div style="border:windowtext 1pt solid;padding:1pt 4pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;padding:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>   </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;padding:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>    </span>Resiko Total = Resiko Bawaan x Resiko Pengendalian x Resiko yang dapat diDeteksi</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;padding:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;padding:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Resiko bawaan adalah resiko yang melekat pada jenis usaha tersebut. Misalnya jika kita membuka usaha transportasi maka resiko bawaannya adalah tabrakan, tuntutan dari ahli waris.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI">Resiko pengendalian adalah resiko yang masih dapat dikendalikan oleh pemilik perusahaan. </span><span lang="SV">Jika pada usaha transportasi resiko pengendaliannya adalah penggantian ban yang sudah aus.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Resiko yang dapat dideteksi adalah resiko yang sudah ada tanda-tandanya terlebih dahulu dan umumnya sudah diketahui oleh pemilik perusahaan. Pada usaha transportasi maka resiko yang dapat di deteksi adalah sepinya pengunjung setelah masa lebaran berakhir.</span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/prasetyo80.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/prasetyo80.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/prasetyo80.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/prasetyo80.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/prasetyo80.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/prasetyo80.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/prasetyo80.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/prasetyo80.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/prasetyo80.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/prasetyo80.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/prasetyo80.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/prasetyo80.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/prasetyo80.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/prasetyo80.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/prasetyo80.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/prasetyo80.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=prasetyo80.wordpress.com&amp;blog=4466136&amp;post=40&amp;subd=prasetyo80&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://prasetyo80.wordpress.com/2008/08/11/resiko-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e5a31b50fc6b855af3c21fe0cc84193?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">prasetyo80</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
